Solusi Mengatasi Banjir di Jakarta yang Semakin Parah

banjir jakarta
banjir jakarta

Ada dua kategori atasi banjir Jakarta. Pertama, secara mikro. Hal ini dapat dilakukan dengan menanam lebih banyak vegetasi di lahan-lahan kosong atau kalau mau lebih cepat, masyarakat dapat membuat sumur resapan di halaman rumahnya.

Kedua, secara makro. Pemerintah bisa mengambil beberapa langkah, seperti:

1. Membangun Polder Gunanya untuk menampung air akibat adanya luapan air yang melanda suatu wilayah daratan. Pembangunan polder sangat tergan¬tung pada sistem drainase yang di dalam polder itu sendiri.

2. Membangun Tanggul Tanggul tidak hanya sebagai penahan air pasang, tetapi juga di atas tanggul dapat direncanakan untuk membangun jalan tol, kemudian di bawah tanggul dibangun permukiman yang bebas banjir.

3. Hujan Rencana Hujan Rencana adalah hujan yang ditafsir atau diperkirakan berdasarkan data statistik hujan yang terjadi setiap tahun. Dengan data ini, akan membantu antisipasi agar tidak terjadi banjir.

4. Normalisasi Sungai Normalisasi sungai sangat penting, sayangnya perilaku warga membuang sampah di sungai masih sangat tinggi. Akibatnya sungai semakin dangkal.

5. Bangun Banjir Kanal Memang dalam perkembangannya, harus diakui sistem pengendali ini tetap tidak mampu menampung luapan banjir. Perlu master plan baru dengan memperhitungkan Hujan Rencana jangka panjang dan juga harus bekerja sama dengan wilayah seperti Bogor dan Depok.

6. Bangun Waduk Sementara Waduk bisa dibangun di mana saja. Saat hujan, bagian atap atau halaman rumah dijadikan sebagai waduk sementara. Air hujan ditampung terlebih dahulu di waduk sementara, kemudian digelontorkan ke sungai atau untuk menyiram tanaman dan sebagai air minum.

7. Revisi Tata Ruang Berdasarkan catatan geologi, struktur tanah di Jakarta tergolong labil. Setiap pembangunan permukiman, bangunan tinggi, dan pusat-pusat bisnis harus mengacu pada catatan geologi.

8. Master Plan Megapolitan Pembuatan Master Plan Megapolitan yang melibatkan pembangunan tata ruang di seluruh wilayah Jabodetabek. Pengaturan tata ruang dijadikan satu kesatuan di seluruh wilayah Jabodetabek maka seluruh wilayah tersebut merasa terikat dan memiliki kewajiban untuk membebaskan daerah ibu kota negara dari ancaman banjir. Untuk mencegah ego sectoral, maka keberadaan “Tata Ruang Megapolitan” menjadi suatu keharusan dan langsung berada di bawah tanggung jawab pemerintah pusat.

Semoga banjir yang melanda beberapa wilayah di Indonesia segera surut.

Submit Your Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *